tata cara aqiqah menurut islam
tata cara aqiqah menurut islam

Inilah 5 Tata Cara Aqiqah Menurut Islam yang Wajib Diketahui

177 View

Memiliki anak merupakan suatu kebanggan bagi orang tuanya, bukan hanya untuk melanjutkan keturunan saja tetapi juga sebagai investasi masa depan. Pasangan suami istri yang semula hanyalah pengantin baru seketika berubah menjadi orang tua baru. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk beraqiqah sebagai wujud terimakasih kepada Allah SWT. Beberapa tata cara aqiqah menurut Islam akan dijelaskan berikut ini untuk menambah wawasan:

Baca: Inilah Syarat dan Tata Cara Aqiqah Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

1. Hukum Mengenai Pelaksanaan Aqiqah dalam Islam

Aqiqah banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Bukan hanya aqiqah saja bahkan di Jawa Tengah ditambah dengan adanya tradisi lainya. Sebelum melaksanakan aqiqah alangkah lebih baiknya untuk mengerti hukum dan tata cara aqiqah menurut Islam yang benar. Tujuan selain meraih keberkahan bisa juga mendatangkan pahala juga sebagai ajang bersedekah.

Aqiqah wajib dilakukan bagi orang tua bayi yang mampu. Mampu disini bukan hanya mampu secara finansial atau keuangan saja akan tetapi juga mampu secara jasmani dan rohani. Bila orang tua bayi belum mampu secara finansial, maka acara aqiqah dapat ditunda sampai memiliki cukup rezki yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan melakukan aqiqah

2. Waktu Terbaik Pelaksanaan Aqiqah Berdasarkan Sunnah

Melanjutkan kembali tata cara aqiqah menurut Islam, pada umumnya dilakukan pada usia bayi yang baru berkisar 7 hari atau kelipatanya. Pemilihan hari untuk aqiqah juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan, tidak harus dilakukan pada hari ke-7. Misalkan ada orang tua yang belum bisa melakukan aqiqah anaknya tanpa dihadiri keluarga besar, maka bisa menunda sampai hari yang disepakati.

3. Syarat dan Ketentuan Pemilihan Kambing untuk Bayi

Aqiqah pada umumnya berupa daging kambing, dan ketentuannya berbeda antara bayi perempuan dan bayi laki-laki. Dalam agama Islam, Rasulullah Saw mencontohkan untuk memberikan dua ekor untuk laki-laki. Kambing disini syaratnya sama dengan kambing yang diperuntukan untuk qurban pada Hari Raya Idul Adha. Daging kambing bisa digantikan dengan domba, dengan begitu bila orang tua bayi gagal mendapatkan kambing bisa menggantinya dengan domba.

Memiliki syarat yang hampir sama dengan bayi laki-laki. Bayi perempuan juga harus mendapatkan aqiqah dari kedua orang tuanya. Perbedaanya pada bayi laki-laki membutuhkan dua ekor kambing, sedangkan pada bayi perempuan hanya memerlukan satu kambing. Bila ada orang tua yang mau melakukan aqiqah pada anak perempuanya dengan jumlah yang sama, diperbolehkan. Kambing satuanya akan dihitung sebagai sedekah kepada tetangga.

4. Cara Pembagian Aqiqah

Aqiqah dan qurban memang memiliki kesamaan dalam syarat pemilihan hewan, akan tetapi keduanya berbeda. Pembagian daging kurban biasanya dilaksanakan dalam bentuk mentah, yang beratnya dibagi rata oleh panitia qurban. Sementara, pada aqiqah daging kambing yang dibagikan dalam bentuk matang. Untuk ketentuan jumlahnya, disesuaikan dengan tetangga terdekat, yang diukur jaraknya berdasarkan jarak pintu rumah satu sama lain.

5. Pemberian Sedekah

Selain membagikan daging kambing, dalam aqiqah juga ada pembagian sedekah. Bersamaan dengan pelaksanaan pemotongan kambing, orang tua berhak memotong rambut si kecil. Di Jawa tradisi ini ada yang mengenalnya dengan Potong Gombak, dimana acara tersebut dilakukan dengan sangat meriah. Kemeriahan tersebut akan berlangsung selama satu hari penuh.

Setelah rambut dipotong rapi, selanjutnya orang tua si bayi diwajibkan menimbangnya. Barulah setelah itu, berat rambut di rupiahkan dengan harga emas. Bila sudah mendapatkan nominal yang sesuai dengan harga emas yang berlaku dipasaran, maka tugas orang tua selanjutnya adalah membagikannya. Sedekah tersebut dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan, yang bisa disalurkan langsung atau melalui organisasi.

Beberapa informasi tadi merupakan tata cara aqiqah menurut Islam yang bisa dijadikan referensi sebelum melakukan aqiqah. Jangan lupa selalu meniatkan segala sesuatunya karena Allah SWT. Dengan tujuan mendapatkan kemudahan dalam melakukan segala sesuatunya.

 

BACA JUGA: 5 Cara Menyapih Anak dari ASI Menurut Islam dengan Mudah