Penyebab Anak Autis Menurut Islam
Penyebab Anak Autis

Kenali 7 Penyebab Anak Autis Menurut Islam

209 View

Penyebab Anak Autis

Autisme merupakan sebuah kondisi dimana gangguan terjadi pada perkembangan otak. Pada umumnya gejala autisme sudah terlihat sejak penderitanya masih anak-anak. Penyebab anak autis menurut Islam dilihat dari sisi medis dan juga agama. Teori menyebutkan bahwa tidak ada penyebab tunggal dalam kondisi yang lebih banyak dialami oleh anak laki-laki ini. Berikut faktor yang berisiko menyebabkan autis pada anak:

1. Faktor Genetis

Genetika merupakan salah satu faktor yang berperan dalam membentuk spektrum autisme. Penyebab anak autis menurut Islam ini telah dibuktikan secara alamiah melalui penelitian dan tinjauan selama beberapa dekade. Gangguan pada genetik juga dapat diwariskan melalui sejarah keluarga. Penelitian menunjukkan bahwa 2 hingga 18 persen orang tua dengan anak yang memiliki gangguan autisme berisiko mengalami hal yang sama pada anak kedua.

2. Kelainan Pada Kromosom & Neurokimia

Gangguan autisme terkait dengan kelainan genetika berupa sindrom X yang rapuh. Mutasi dari gen ini juga dapat diwariskan. Kondisi medis lainnya yang berisiko menyebabkan anak mengalami autisme adalah masalah intelektual, serta kelainan bawaan seperti tuberous sclerosis dimana otak mengalami tumor jinak dan juga sindrom Rett.

Neurokimia yang terkandung dalam tubuh manusia juga dipertimbangkan sebagai penyebab anak autis. Neurotransmitter seperti dopamin dan serotonin dalam jumlah abnormal merupakan contohnya. Selain itu masalah pada otak seperti korteks serebral dan juga otak kecil turut terlibat dalam membentuk autisme pada anak karena terkait dengan mengatur gerakan, suasana hati, dan juga konsentrasi.

 

Baca: Ternyata Begini Solusi Anak Terlambat Bicara Menurut Islam yang Bisa Diterapkan dengan Mudah

3. Bayi Prematur

Penyebab anak autis menurut Islam berikutnya berkaitan dengan kelahiran bayi. Menurut, Islam dijelaskan bahwa pada usia empat bulan, ruh sudah ditiupkan pada janin yang dikandung Ibu. Bayi yang lahir secara prematur (di bawah 26 minggu) memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami autisme.

4. Terpapar Pestisida

Baru-baru ini banyak studi yang menemukan peran pestisida dalam terganggunya gen anak sehingga sistem saraf pusatnya mengalami masalah. Hal ini dibenarkan oleh profesor dalam bidang psikiatri yakni Dr. Alice Mao. Banyak ilmuwan juga berpendapat bahwa bahan kimia yang terkandung dalam pestisida menyebabkan dampak yang cukup mengkhawatirkan dalam gen sehingga dapat berisiko menyebabkan autisme.

5. Usia Orang Tua

Usia orang tua juga dipandang sebagai faktor risiko penyebab anak autis menurut Islam. Orang tua yang memiliki anak di usia 40 an lebih berisiko memiliki anak autis sebanyak 28% daripada yang berusia lebih muda.

Pada usia 50 an persentasenya bertambah menjadi sekitar 66%. Oleh karena itu dalam Islam juga dianjurkan memiliki anak pada rentang usia 20 hingga 35 tahun karena risiko kesehatan lebih minim. Apabila terlalu muda lebih berisiko terhadap kesiapan rahim Ibu.

6. Lahir Kembar

Pada bayi yang terlahir kembar tidak identik, jika salah satunya mengalami autisme terdapat risiko kembarannya pun mengalami hal serupa. Persentase kemungkinannya adalah sebesar 0 hingga 31%. Pada kembar yang identik pengaruhnya akan lebih besar. Apabila salah satunya mengalami autisme maka peluang kembaran untuk turut mengalami autisme adalah 36 sampai 95%.

7. Faktor Lingkungan

Kombinasi faktor lingkungan dapat menyebabkan autisme pada anak. Penggunaan obat tertentu berbahan thalidomide (sering digunakan untuk obat mual, insomnia, dan kecemasan) atau asam valproat sering dikaitkan dengan gangguan autisme pada anak. Begitu pula konsumsi alkohol dan obat anti kejang juga cukup berisiko menimbulkan masalah autisme pada anak.

Demikian informasi tentang penyebab anak autis menurut Islam. Oleh karena itu masyarakat perlu  melihat autisme sesuatu yang saintifik bukannya dikaitkan dengan hal tidak ilmiah. Anak dengan gangguan autisme memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensinya secara maksimal jika mendapatkan dukungan dan penanganan yang tepat.

 

Baca Juga: Cara Menyapih Anak Menurut Islam, Lebih Efektif dan Tepat