Cara Menyapih Anak Menurut Islam, Lebih Efektif dan Tepat
Cara Menyapih Anak Menurut Islam

Cara Menyapih Anak Menurut Islam, Lebih Efektif dan Tepat

84 View

Cara Menyapih Anak Menurut Islam

Menyapih adalah proses agar anak bisa benar-benar berhenti menyusu ASI dari Ibu. Proses ini tentunya tidak mudah dan para ibu sering kebingungan bagaimana cara mulai menyapih anak. Agar proses menyapih menjadi lebih efektif dan tepat. Para ibu bisa mengikuti cara menyapih anak menurut islam yang akan dibahas berikut ini:

1. Niat dan Berdoa

Menurut Islam segala hal harus bermula dari niat serta berdoa agar setiap aktivitas mendapatkan berkah dari Allah SWT. Begitu pula dalam memulai proses menyapih anak, menurut islam, ada baiknya para ibu memulainya dengan berniat dan berdoa kepada Allah SWT. Sebenarnya tidak ada doa khusus untuk memulai proses ini, namun ada baiknya untuk para ibu berdoa dan berniat setelah selesai shalat wajib.

2. Mulai Menyapih di Waktu yang Dianjurkan oleh Islam

Cara menyapih anak menurut islam selanjutnya adalah menentukan waktu untuk menyapih. Berdasarkan agama Islam, diajarkan kepada para ibu untuk menyempurnakan penyusuannya mulai dari anak berusia 6 bulan sampai 2 tahun. Hal ini dijelaskan dalam surat Al Baqarah ayat 233 dalam Al Quran.

“… Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Besar Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Baqarah : 233).

Perlu diingat bagi para ibu bahwa menyapih bagaimanapun adalah proses yang membutuhkan waktu. Oleh karena itu, perlu pembiasaan jika ibu ingin anak mulai berhenti menyusu di umur 2 tahun. Ada baiknya melakukan pembiasaan di bulan-bulan sebelumnya.

Baca Juga: Ternyata Begini Solusi Anak Terlambat Bicara Menurut Islam yang Bisa Diterapkan dengan Mudah

3. Diskusikan dengan Anak

Masih menyangkut dalil yang sebelumnya, dalam proses menyapih ini harus ada permusyawaratan dan kerelaan dari keduanya. Berdasarkan hal ini, maka untuk itu proses menyapih juga harus melibatkan anak. Para ibu harus menjelaskan pada anak-anak, alasan mengapa mereka tidak bisa lagi menyusui.

Maka dengan begitu anak akan mengerti kenapa ia harus berhenti menyusui. Adanya kerelaan dan tidak ada unsur pemaksaan di dalamnya. Tentu saja, memberitahu dan menjelaskan pada anak untuk berhenti menyusui bukanlah hal yang mudah. Karena itu diharapkan para ibu bersabar dan bijaksana dalam memberikan penjelasan.

4. Memperhatikan MPASI yang akan Diberikan

Setelah menyapih anak, pastinya para ibu harus memberikan Makanan Pengganti ASI atau MPASI untuk anak. Berdasarkan agama Islam, para ibu dianjurkan untuk memberikan segala hal yang baik dan halal kepada anak. Karena itu para ibu harus memperhatikan Makanan Pengganti ASI yang akan diberikan kepada anak.

Untuk Makanan Pengganti ASI sebaiknya para ibu memberikan makanan yang halal. Tidak hanya halal namun juga makanan yang sehat. Oleh karena itu, para ibu sebelum memulai proses menyapih sangat disarankan untuk para ibu mempelajari MPASI yang akan diberikan kepada anak.

5. Libatkan Ayah dalam Proses Menyapih

Merawat dan mendidik anak adalah tugas orang tua dan tidak dikhususkan pada ibu saja. Karena itu tidak ada salahnya untuk melibatkan ayah dalam proses menyapih. Peran ayah dalam proses menyapih dapat menjadi dukungan agar anak semakin cepat beradaptasi. Para ayah bisa memberikan dukungan dan dorongan moral, membantu para ibu untuk menjelaskan kepada anak dan membantu menentukan keputusan.

Itulah cara menyapih anak menurut islam yang bisa diikuti para ibu untuk memulai proses menyapih anak. Cara ini selain dianjurkan dalam islam juga sangat efektif untuk menyapih anak. Semoga cara ini bisa menjadi solusi bagi para ibu yang masih bingung dengan cara menyapih anak.