Cara Mengadzani Bayi Baru Lahir dengan Benar
Cara Mengadzani Bayi Baru Lahir

5 Tata Cara Mengadzani Bayi Baru Lahir dengan Benar

219 View

Cara Mengadzani Bayi Baru Lahir

Memiliki sang buah hati merupakan sebuah kebahagiaan yang tidak terkira, terlebih lagi bagi pasutri yang baru saja menikah. Nyatanya, ada beberapa adat yang selama ini telah turun temurun dari nenek moyang bagi bayi yang baru saja dilahirkan. Adat tersebut adalah mengadzaninya. Jika belum mengetahuinya, berikut ini adalah tata cara mengadzani bayi baru lahir yang benar:

1. Usahakan yang Mengadzani Adalah Kaum Laki-Laki

Biasanya mengadzani bayi yang baru lahir adalah tugas dari seorang laki-laki. Paling utama adalah dari pihak suami. Namun jika tidak ada suami, kakek ataupun saudara laki-laki yang lain pun tidak masalah. Tujuan dari adzan ini adalah untuk mengusir setan dari anak yang baru lahir karena setan takut dengan suara adzan

Mengadzani bayi ini adalah di bagian telinga kanan. Menurut sebagian ulama, mengadzani bayi yang baru lahir hukumnya adalah sunah. Hal ini juga berdasarkan keterangan hadis Abu Daud yang mengatakan bahwa Rasulullah pun pernah mengadzani Husain ketika baru lahir ke dunia.

2. Mengumandangkan Iqomah di Telinga Kiri

Setelah mengumandangkan adzan di telinga kanan, maka setelah itu adalah mengumandangkan iqomah di sebelah kiri. Adzan dan iqomah merupakan satu kesatuan yang utuh sehingga tidak dapat dipisahkan begitu saja. Adzan biasanya digunakan untuk memanggil orang untuk segera sholat sedangkan iqamah adalah pertanda jamaah akan segera dimulai.

Ketika mengumandangkan adzan dan iqomah ini, diharapkan bayi dapat mendengar kalimat-kalimat Allah yang baik ketika baru terlahir di dunia ini. Orang tua dari si kecil juga berharap kelak nantinya anak yang dilahirkan bisa menjadi anak yang sholeh ataupun sholehah.

3. Menghadap Kiblat

Kiblat adalah arah sholat yang dianut oleh umat muslim. Amalan lain yang sebaiknya dilakukan sembari menghadap kiblat adalah membawa Al-Qur’an. Tak hanya itu saja, ternyata menghadap kibat juga termasuk ke dalam tata cara mengadzani bayi baru lahir. Alangkah lebih baik ketika di adzani, si bayi sudah dalam pelukan sang ayah kemudian dihadapkan ke kiblat.

Jika melahirkan anak tersebut di rumah sakit, dan tidak tahu arah kiblat, maka dapat bertanya kepada petugas rumah sakitnya. Namun, biasanya di setiap rumah sakit terdapat masjid ataupun mushola sehingga sangat mudah sekali untuk mendeteksi arah kiblat. Hukum dari menghadap kiblat ketika mengadzani bayi baru lahir ini adalah sunnah.

4. Melantunkan Dengan Suara Rendah

Bayi yang baru lahir masih sensitif dengan suara yang keras sehingga sang ayah dianjurkan untuk menggunakan suara yang rendah ataupun sedang. Maka dengan begitu, si bayi akan menikmati suaranya, terlebih lagi jika sang ayah bersuara merdu. Sang ayah pun tidak perlu meletakkan jari ke telinga si kecil cukup mendekatkan mulut ke telinganya saja.

5. Bacakan Surat Al Qadr dan Al Ikhlas

Sebagai penutup, alangkah lebih baik jika sang ayah membacakan sebuah doa yang berasal dari surat Al Qadr dan Surat Al Ikhlas. Bacalah surat Al Qadr sebanyak 1 kali dan Al Ikhlas sebanyak 3 kali saja. Dengan ketulusan hati sang ayah dan juga do’a baik dari surat tersebut, insyaallah akan menjadi keberkahan untuk bayi beserta keluarganya.

Tata cara mengadzani bayi baru lahir yang telah disajikan di atas adalah gambaran umumnya saja. Mungkin ada beberapa orang yang memiliki adatnya sendiri-sendiri. Namun, esensi yang paling penting adalah mengumandangkan kalimat-kalimat Allah di saat si kecil baru pertama kali melihat dunia agar selama hidupnya selalu diberi keberkahan dan kemudahan dalam menjalani hidup.

 

Baca Juga: Inilah 5 Penyebab Bayi Rewel Malam Hari Menurut Islam