Tata Cara Aqiqah Sesuai Sunnah Rasulullah
Tata Cara Aqiqah Sesuai Sunnah Rasulullah

Inilah Syarat dan Tata Cara Aqiqah Sesuai Sunnah Rasulullah SAW

159 View

Cara Aqiqah Sesuai Sunnah Rasulullah

Siapa yang tidak bahagia anaknya lahir ke dunia? Lahirnya seorang anak pastinya membawa kebahagiaan bagi keluarga, terutama orang tua kandungnya. Rasa syukur dan bahagia atas kelahiran anak bisa diungkapkan dengan mengadakan acara aqiqah. Tata cara aqiqah sesuai sunnah diharapkan menambah khidmat syukur seseorang atas kelahiran anaknya. Tradisi aqiqah ini ditandai dengan proses penyembelihan hewan kambing yang nantinya dibagikan ke tetangga sekitar. Sembelihan tersebut dibagikan dalam bentuk olahan atau masakan.

 

Baca: 5 Hikmah Pelaksanaan Aqiqah yang Sangat Penting Diketahui

Apa Saja Syarat-syarat Aqiqah Menurut Sunnah Nabi?

Aqiqah termasuk rangkaian ibadah kepada Allah SWT. Peribadatan kepada Yang Maha Memberi Rezeki harus dilakukan dengan khusyu’ dan mengikuti aturan-aturan yang sudah diajarkan Rasulullah. Jangan sampai tidak tahu dengan syarat-syarat aqiqah saat melakukannya. Untuk lebih jelasnya, inilah beberapa syarat aqiqah yang harus diketahui:

1. Usia

Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan hadits tentang aqiqah. Dikatakan bahwa waktu yang dianjurkan untuk aqiqah yaitu saat ke tujuh hari kelahiran anak. Namun, sebagian ulama’ yang lain memperbolehkan aqiqah saat anak menginjak usia 14 hari. Pada situasi ini, bisa diambil jalan tengah sesuai kemampuan masing-masing.

2. Kambing Anak Laki-Laki

Selain usia, ada syarat lain yang harus diperhatikan. Apa itu? yakni hewan yang hendak disembelih. Adapun syarat kambing yang bisa digunakan untuk aqiqah bayi laki-laki yaitu 2 ekor. Ketentuan tersebut sudah ditetapkan dalam salah satu hadits Nabi Muhammad. Seperti halnya hewan sembelihan lainnya, kondisi kambing haruslah baik, tidak cacat dan diperoleh dengan cara yang halal.

3. Kambing Anak Perempuan

Adapun ketentuan untuk anak bayi perempuan, jumlah kambing yang bisa digunakan yaitu satu ekor saja. Mengenai jenis kelamin kambing, tidak ada riwayat hadits nabi yang menjelaskan, yang pasti harus sehat, tidak cacat serta diperoleh dengan cara yang halal. Hal tersebut bertujuan supaya ibadah yang dilakukan diterima oleh Allah.

Bagaimana Tata Cara Aqiqah Sesuai Sunnah Rasulullah?

Setelah mengetahui syarat-syarat aqiqah, ketahui juga cara aqiqah yang disunnahkan oleh Nabi Muhammad agar pelaksanaanya teratur dan benar. Berikut ini tata cara pelaksanaan aqiqah sesuai dengan Sunnah Rasulullah SAW:

1. Menyembelih

Tata cara aqiqah yang pertama yaitu menyembelih hewan aqiqahnya, dalam hal ini adalah kambing. Penyembelihan kambing harus sesuai syari’at Islam dan wajib menyebut asma Allah dan Nabi Muhammad. Menyembelih kambing tidak harus dilakukan oleh shohibul aqiqah sendiri, melainkan boleh meminta bantuan jagal. Sebagai catatan, sebelumnya pemilik hajat harus melakukan niat aqiqah.

2. Memasak

Setelah proses penyembelihan selesai, tata cara selanjutnya yaitu memasak kambing aqiqah. Berbeda dengan hewan qurban yang dibagikan dalam bentuk daging segar, daging kambing aqiqah harus dimasak terlebih dahulu. Hal tersebut sesuai dengan penjelasan dari Imam Al-Baghawi di dalam kitab At-Tahdzib.

3. Membagikan

Cara membagikan daging hewan aqiqah hampir sama dengan qurban. Sebagian dikonsumsi untuk keluarga sendiri dan sebagian yang lain dibagikan kepada tetangga dan juga orang-orang miskin. Daging aqiqah dalam bentuk olahan bisa dibagikan secara personal maupun shohibul aqiqah mengadakan sebuah acara di rumahnya dan mengundang para tamu.

4. Mencukur Rambut dan Memberikan Nama

Rangkaian acara aqiqah juga diikuti dengan mencukur sebagian rambut dan memberikan nama untuk anak dengan nama yang indah/ baik.  Sebagaimana hadits Rasulullah dalam riwayat Imam Ahmad, “Seorang anak yang baru saja lahir, tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan kambing untuknya di hari ke-7 kelahirannya, dicukur rambut dan diberinya nama yang baik”. Selanjutnya mendoakan anak.

Itulah beberapa syarat dan tata cara aqiqah sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW.. Adanya pelaksanaan aqiqah menunjukkan ungkapan syukur orang tua atas rezeki dari Allah berupa anak. Aqiqah bersifat anjuran, artinya wajib bagi yang mampu dan tentunya bernilai ibadah sunnah.

 

Baca Juga: Inilah 5 Tata Cara Aqiqah Menurut Islam yang Wajib Diketahui